Latar Belakang

Bidang Manajemen dan Rekayasa Konstruksi (MRK) merupakan salah satu bidang teknik sipil yang bersifat multidisiplin dengan lingkup kajian serta  tantangan yang sangat luas, dan tidak bisa dilepaskan dari siklus hidup sebuah proyek konstruksi. Seiring dengan perkembangan dunia konstruksi saat ini, semakin besar pula tantangan yang dihadapi. Penelitian merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sistematis guna mengidentifikasi, menyelidiki, dan menyelesaikan permasalahan serta tantangan yang dihadapi di dunia nyata guna tercapainya prinsip biaya, mutu, dan waktu yang baik serta efektif dan efisien.

Meskipun Indonesia telah memiliki lebih dari 4.000 perguruan tinggi sampai saat ini, jumlah publikasi ilmiah sebagai hasil dari penelitian masih memprihatinkan. Berdasarkan data yang diperoleh Scopus, sejak 1996-2013, Indonesia berada pada urutan ke-61 dari 239 negara dengan jumlah publikasi sebanyak 25.481 (SINDOnews, 2015). Dibandingkan dengan negara-negara tetangga ASEAN seperti  Singapura, Malaysia, dan Thailand yang secara berturutan menduduki peringkat ke-32, 37, dan 43, Indonesia sangat tertinggal jauh. Berdasarkan data UNESCO PBB pada 2016, rasio jumlah peneliti di Indonesia adalah 89 peneliti per 1 juta penduduk. Sementara Singapura memiliki 6.658 peneliti per 1 juta penduduk (Kompas 2016). Bahkan dibandingkan dengan Malaysia, jumlah publikasi ilmiah di Indonesia baru mencapai seperempatnya (Kopertis12, 2017).

Dengan berbagai kendala yang dihadapi di Indonesia, publikasi merupakan kewajiban bagi para dosen, peneliti, maupun mahasiswa untuk mengumumkan hasil, temuan, simpulan, dan implikasi dari hasil penelitian yang telah dilakukannya kepada publik. Publikasi ilmiah juga merupakan media untuk menyampaikan ide dan pemikiran pada lingkup yang lebih luas dengan tujuan agar hasil penelitian tersebut dapat berguna bagi kepentingan orang banyak.